image1 image2 image3 image4 image5 image6

HELLO I'M KENNY LISCHER|A STUDENT IN GENE REGULATION LAB|ENJOY SCIENCE AND MOMENT|LET'S LEARN, SHARE, AND INSPIRE

Perenungan dalam Keadaan Tenang dan Damai


Perenungan!. 



Saya yakin sebagian besar anda pernah mengalaminya. Ketika ingin mencari suatu solusi dari permasalahan yang sulit kerap kali berusaha untuk berfikir hingga berkali-kali untuk mendapatkan jawaban akan permasalahan tersebut.  Dan tanpa disadari juga, ketika kalian merenung banyak ide-ide yang secara bebas terlintas di benak kalian atau munculnya jalan-jalan baru untuk menyelesaikan suatu masalah.

Tanpa disadari kita telah masuk ke alam sadar dimana hampir setiap orang melakukannya. Ketika pembelajaran secara sistematis tidak lagi menjadi acuan untuk bisa menyelesaikan suatu masalah, disinilah kebebasan akan berfikir (liberal of thinking) diperlukan. Hal ini tidak membuat apa yang dipikirkan menjadi negatif, tetapi bukankah untuk menyelesaikan masalah, ada banyak jalan alternatif yang dapat dilakukan? Dunia ini tidak linier bung! Dunia ini memiliki puluhan jawaban bagi suatu permasalahan.

Menurut Eko Laksono dalam bukunya emperium III, banyak tokoh besar yang suka menghabiskan waktunya sendirian dan merenung di tempat yang tenang.  

Nabi Muhammad s.a.w., melakukan khalwat (pengasingan) dan tahannuts (menyendiri) mencari pencerahan di Gua Hira di atas bukit

Leonardo da Vinci sering merenung dan berpiir di pinggir hutan yang tenang di desanya sambil memerhatikan hewan-hewan dari alam sekitarnya.

Ibnu Sina sejak kecil sering merenung di masjid sampai pagi

Einstein juga suka merenung. Sejak kecil dia memang pemalu dan lebih suka menyendiri. Tempat favoritnya adalah di atas bukit yang ada di dekat tempat tinggalnya di Muninch, Jerman.

Napoleon dan Hitler sering diejek “anak kampung” oleh teman-teman sekelasnya dan juga lebih suka menyendiri dan merenung.

Nama-nama besar diatas adalah contoh-contoh manusia yang berhasil mengasah pikirannya menjadi lebih tajam yang ekstrem. Dalam perenungan kalian dapat mengevaluasi hidup anda apakah sudah berada di jalur yang baik atau belum. Apakah tujuan anda telah tercapai atau justru belok ke arah yang lain. Apakah kalian menemukan jalan buntu saat menghadapi masalah. Dengan perenungan menjadi saat-saat untuk mengembalikan lagi jalan-jalan yang buntu dan jalan-jalan yang belok tadi kembali berpijak kepada jalan yang lurus.

Pemikiran akan menggambarkan dirimu dan seberapa kuat dirimu.

Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment