image1 image2 image3 image4 image5 image6

HELLO I'M KENNY LISCHER|A STUDENT IN GENE REGULATION LAB|ENJOY SCIENCE AND MOMENT|LET'S LEARN, SHARE, AND INSPIRE

renungan menjadi dosen : kebermanfaatan, kepemimpinan, dan karya

Saya sebagai alumni dari teknik kimia UI, sudah barang tentu pernah terbesit untuk bekerja di dunia oil and gas, food and beverage, dan perusahaan dengan posisi sebagai "process engineer". Posisi-posisi diatas memang menggiurkan secara gaji tiap bulannya. Tidak perlu disebutkan berapa besarannya, yg jelas lebih dari cukup standar gaji yang ada di Indonesia.

Semenjak lulus kuliah S1, hati ini terpanggil untuk melakukan tiga hal yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Panggilan ini dipilih dengan mantap dan sangat terpengaruh oleh kegiatan-kegiatan yang pernah saya ikuti, baik itu di Young On Top, Forum Indonesia Muda, dan Young Leaders for Indonesia. Proposal hidup pun terbuat dengan menuliskan mimpi 1 tahun kedepan, 2 tahun kedepan, 5 tahun kedepan, 10 tahun yang akan datang, 20 tahun yang akan datang, dan hingga saat umur 60 tahun. Seiring proposal itu dibuat, satu persatu impian tercapai. Disitu juga saya pernah mencatat impian untuk menjadi dosen yang akhirnya bisa tercapai.

Memilih berkarir menjadi seorang dosen memang memiliki kesulitan tersendiri. Ada beberapa ujian yang harus dihadapi,

Ujian 1 : Niat
Niat akan menjadi dasar segalanya. Tanpa niat yang kuat akan siap-siap mengalami demotivasi. Niat saya menjadi dosen adalah untuk lebih bermanfaat bagi orang lain dan negara ini dan bisa melakukan kegiatan yang saya suka melalui pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Terkesam diplomatis, tapi ini menjadi spirit utama untuk bisa bangkit di kala merasa down.

Ujian 2 : Mental
Mental disini lebih dikhususkan berkaitan dengan menghadapi pendapatan yang cukup (tidak kecil, bisa lebih dari cukup tergantung lifestyle). Ketika menjadi seorang dosen di Indonesia, jauhi rasa iri dan membanding-bandingkan. Insya Allah, rezeki akan mengikuti seiring meningkatnya kebermanfaatan kita baik itu melalui pengajaran, penelitian, maupun pengabdian.

Ujian 3 : Skill (pengajaran, penelitian, dan pengabdian)
Ini bagian yang paling krusial. Yang namanya dosen, mereka ga hanya untuk diri sendiri. Ada mahasiswa2 yang perlu dibina dengan memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Seorang dosen yang baik harus memiliki skill yang seimbang di ketiganya bukan hanya salah satunya saja. Mengajar dengan interaktif, melakukan proyek penelitian berkesinambungan, dan bisa mengaplikasikan ilmunya ke masyarakat adalah syarat dosen yang ideal.

Ujian 4 : Gelar akademis dan Jenjang Karir
Seorang dosen setidaknya harus mengejar studinya hingga lulus S3. Jika melakukan kuliah S2/S3 di luar negeri, setelah lulus barulah mereka menata hidup di negara asal. Network yang sempat terputus, kembali dibina. Memulai untuk membeli rumah dan keperluan lainnya. Masih ada perjalanan panjang untuk menjadi seorang menjadi professor. Selama menunggu menjadi professor, akan berkelit dengan status kepegawaian, pengajaran, riset, pengabdian, dan karya lainnya.

Ujian 5 : Karya
Semakin aktif dosen dapat dilihat dari karya-karya yang dibuat. Mereka secara mandiri, berinisiatif membuat banyak karya entah dalam bentuk riset, jurnal, seminar, buku, pengabdian, dan lain sebagainya. Dosen dituntut untuk menjadi pemimpin yang mampu mengarahkan dengan baik dan bijak, mau bagaimana karya itu dibuat.

Ujian 6 : Network
Jaringan pertemanan secara tak langsung berpengaruh terhadap kesuksesan dosen. Bagi dosen yang dapat mengaktifkan jaringan dengan baik, merekalah yang mampu menciptakan dan menemukan peluang baru yang tentu akan berimplikasi kepada kesuksesannya.

---
Saya menulis seperti ini memang hasil dari renungan sendiri beberapa hari ini dan pengalaman yang saya hadapi. Ketika memilih menjadi dosen, lupakan kepentingan dan ego pribadi. Pikirkan tentang kebermanfaatan, kepemimpinan, dan karya yang akan lahir dari hasil keringat seorang dosen itu sendiri. Profesi ini merupakan ladang amal dan aktualisasi diri.

"Semakin bermanfaat, unggul, dan aktif berkarya, semakin tinggi juga produktifitas dosen tersebut"

Tangerang, 24 Maret 2014
Kenny Lischer





Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment