image1 image2 image3 image4 image5 image6

HELLO I'M KENNY LISCHER|A STUDENT IN GENE REGULATION LAB|ENJOY SCIENCE AND MOMENT|LET'S LEARN, SHARE, AND INSPIRE

Melepas Rindu Kampung Halaman dengan Pengenalan Budaya Indonesia di Jepang

Penampilan tari Gandrung Lombok @ International Student Meeting, NAIST


Indonesia yang terbentang dari Sabang hingga Merauke memiliki beragam suku, budaya, dan ras. Hal ini menghasilkan masyarakat Indonesia yang multikultural. Mulai dari bahasa, pakaian khas daerah, rumah adat, hingga jenis-jenis tariannya. Kemajemukan budaya ini menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia.

Bagi orang Indonesia yang sedang melanjutkan studinya di negeri orang, mereka secara tidak langsung menjadi duta-duta bangsa untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia. Seringkali dalam percakapan sehari-hari jika bertemu dengan orang dari negara lain, mereka akan mempertanyakan tentang kondisi negara masing-masing. Dalam kondisi demikian maka tidak jarang disebutkan satu persatu budaya bangsa Indonesia. Selain itu, seringkali juga mahasiswa-mahasiswa dari Indonesia berkesempatan untuk membuat stand dan tampil di acara-acara yang diadakan di kampus dan sekitarnya.

Hal ini juga dilakukan oleh NAISTER. NAISTER adalah kelompok atau forum perkumpulan orang-orang Indonesia baik yang sedang melanjutkan studi atau keluarga yang mendampingi di Nara Institute of Science and Technology. Setiap anggota NAISTER merupakan anggota dari Persatuan Pelajar Indonesia Osaka-Nara (PPI-ON). Selain rutin mengadakan pengajian tiap 2 minggu sekali, NAISTER juga setiap tahunnya ikut serta dalam upaya pengenalan budaya Indonesia di Jepang.

Pengenalan tentang Indonesia ke anak-anak Jepang

Demonstrasi cara memainkan gasing

Dari November 2014 hingga Januari 2015 ini, tercatat sudah 3 kali ikut dalam kegiatan pengenalan budaya Indonesia ini. Dalam acara Wai-Wai, disini berkesempatan untuk mendirikan bazar yang menampilkan pakaian-pakaian tradisional Indonesia seperti batik dan kebaya, alat musik Indonesia (angklung), mainan-mainan tradisional (gasing, dakonan, aneka mainan tradisional dari bambu, dll.), foto-foto Indonesia, dan janken (suit) ala Indonesia. Selain itu, juga berkesempatan untuk menampilkan tari poco-poco dan mengajarkan tari poco-poco ke penonton. Penampilan kedua adalah tari poco-poco yang dilakukan di Ikoryu. Ikoryu adalah acara tahunan di Ikoma, Nara yang menampilkan budaya-budaya International. Penampilan terakhir dilakukan di acara International Student Meeting di NAIST. Di penampilan ketiga ini, tari Gandrung Lombok dan tari poco-poco yang menjadi andalan juga ditampilkan.

Apa yang dilakukan ini merupakan upaya kami untuk berusaha membawa jati diri dan budaya bangsa kami dikenal di oleh orang-orang di dunia, setidaknya orang-orang Jepang dan mahasiswa-mahasiswa asing yang ikut hadir dalam acara tersebut. Walau raga sedang berjuang dan berada di negeri seberang, namun hati tetap Indonesia. Ini salah satu cara kami melepas rindu akan kampung halaman kami, Indonesia.

@ Wai-wai festival

@ Ikoryu

@ International Student Meeting, NAIST
Berikut beberapa videonya :







Share this:

CONVERSATION

2 comments:

  1. Salam kenal kak :) saya Firda Rizkia dari '10 SMAN 8 Tangerang:)
    Saya sangat minat untuk masuk jurusan bioproses UI dan menjadi lebih tertarik membaca postingan di blog kakak:) saya ingin bertanya, apakah di jurusan bioproses UI alumni SMAN 8 hanya ada kakak saja ? Terima kasih kak :)

    ReplyDelete
  2. Hi Firda, ga cuma saya kok. Lumayan banyak. Ada yang sudah lulus dan ada juga yang masih kuliah. Belajar yang giat ya, supaya bisa masuk. :)

    ReplyDelete